PROFIL

PONDOK MODERN ‘AISYIYAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL (PM-AIBS)

Aisyiyah Islamic boarding School(AIBS) adalah Pesantren Modern yang menggunakan kurikulum Kulliyatul Muallimat Al-islamiyyah (KMI) yaitu satuan pendidikan mu’adalah, merupakan Pesantren Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, yang ustadz, direktur maupun kyainya adalah 100% alumni gontor, dan merupakan pondok pesantren modern putri di bawah naungan ‘Aisyiyah, sejak awal berdiri santriwati di Pondok Modern ‘Aisyiyah berasal dari seluruh indonesia dan diantaranya adalah merupakan pondok modern yang menampung calon santri gontor putri yang belum diterima di pondok modern gontor putri

VISI DAN MISI

6

  1. Visi, Misi, dan Tujuan PM-AIBS

Visi PM-AIBS

Berdasarkan pada landasan filosofis dan nilai-nilai dasar PM-AIBS, maka dirumuskan Visi Pondok Modern ‘Aisyiyah Islamic Boarding School adalah:

“Mewujudkan lembaga pendidikan Islam berasrama yang melahirkan generasi ‘alimah, ‘abidah, hanifah, menjadi tempat ibadah thalab al-‘ilmi, serta menjadi sumber ilmu pengetahuan Islam, bahasa al-Qur’an, dan ilmu pengetahuan umum dengan tetap berjiwa pesantren”.

Penjelasan Visi:

  1. ‘Alimah dimaknai dengan memiliki kompetensi keilmuan yang tinggi terutama di bidang ilmu agama. Karena hanya orang ‘alim-lah yang takut kepada Allah SWT, sebagaimana firmannya:

إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ.

Sesungguhnya yang takut kepada Allah adalah ‘ulama”.

Kompetensi keilmuan juga syarat mutlak untuk mengemban amanah Allah SWT sebagai khalifatullah di muka bumi ini.

  • ‘Abidah merupakan implementasi dari ‘alim, artinya ketika seorang santri telah memiliki kompetensi keilmuan yang memadai, maka dia bertanggung jawab untuk mengamalkannya. Disamping itu, tujuan utama Allah menciptakan manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ.

“Dan Aku tidaklah menciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk mereka mengabdi kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzariyat: 56).

  • Hanifah identik dengan karakter yang lurus atau aqidah dan akhlaq yang shalih. Setelah santriwati dibekali dengan ilmu agama yang memadai dan dibimbing untuk mempraktikkan ilmunya, selanjutnya ia dituntut untuk melakukannya secara istiqomah (berkelanjutan/berkesinambungan). Dari sifat tersebut akan lahir sifat hanifah.
  • Menjadi tempat ibadah thalab al-‘ilmi maksudnya sebagai tempat menuntut ilmu dengan niatan ibadah kepada Allah SWT.
  • Sumber ilmu pengetahuan Islam maksudnya menjadi rujukan (ka’batu al-qusshad) ilmu pengetahuan Islam bagi masyarakat sekitar.
  • Bahasa al-Qur’an adalah bahasa Arab.
  • Ilmu Pengetahuan Umum artinya tidak hanya ilmu agama yang diajarkan.
  • Berjiwa Pesantren adalah sesuai Panca Jiwa dan Motto Pondok Pesantren.

Misi PM-AIBS

Untuk mencapai visi tersebut, maka disusunlah misi sebagai berikut:

  1. Menyelenggarakan pendidikan terintegrasi yang berorientasi pada tafaqquh fie al-dien.
  2. Menanamkan akhlaq yang terpuji melalui kegiatan dan pembiasaan.
  3. Membimbing santriwati beribadah kepada Allah SWT secara baik dan benar.
  4. Mengarahkan santriwati bermu’amalah sesuai dengan syari’at Allah SWT.
  5. Membina santriwati hidup mandiri dan islami.
  6. Menciptakan lingkungan dan miliu yang islami.
  7. Melatih santriwati menguasai keterampilan berbahasa asing.
  8. Membimbing santriwati meningkatkan prestasi belajar.

Tujuan PM-AIBS

  1. Terbentuknya kepribadian santriwati yang Islami (Syakhshiyah Islamiyah), memiliki landasan aqidah yang kuat, istiqamah dalam beribadah, ber-akhlaqul karimah, dan mampu berkomunikasi dalam bahasa Internasional (Arab dan Inggris), dengan indikator-indikator sebagai berikut:
  2. Santriwati memiliki pemahaman Aqidah Islamiyah yang benar dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Santriwati memiliki pemahaman tentang al-Qur’an dan al-Hadits serta mampu bersikap dan berperilaku sesuai ajaran al-Qur’an dan al-Hadits.
  4. Santriwati memiliki pemahaman yang benar tentang ibadah dan mu’amalah serta mampu mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Santriwati memiliki sifat Shiddiq (integritas tinggi), Amanah (bertanggung jawab), Tabligh (berjiwa pemimpin), dan Fathanah (berpengetahuan luas).
  6. Santriwati memiliki keterampilan berbahasa asing (Arab dan Inggris) secara aktif.
  7. Santriwati memiliki pengalaman yang integratif dalam sistem pengajaran dan pembinaan kehidupan sosial keagamaan.
  • Terciptanya lingkungan dan budaya yang Islami (al-bi’ah wa al-tsaqafah al-Islamiyah) dengan indikator sebagai berikut:
  • Tercipta lingkungan pondok yang sehat, asri dan kondusif.
  • Tercipta kehidupan santriwati yang teratur dan berdisiplin.
  • Tercipta pola hubungan santriwati yang damai, saling menghargai, dan toleransi yang didasari oleh ukhuwah Islamiyah.
  • Orientasi Pendidikan
  • Kemasyarakatan.
  • Tidak berpartai, sebagai perekat umat.
  • Ibadah thalab al-‘ilmi.

Design a site like this with WordPress.com
Get started